Posted by: SëRAK on: Agustus 7, 2007
Selama Agustus ini Peblog Indonesia, heboh dan geger oleh lagu kebangsaan Indonesia Raya versi tahun 1944, yang konon ditemukan oleh pakar Telematika, KRMT Roy Suryo dari sebuah situs di Negeri Belanda.
Namun, ahli sejarah Des Alwi, yang memiliki negatif film-nya mengatakan Roy Suryo sebagai “Pahlawan Kesiangan” [korantempo 07/08/07]. Dan kalau informasi dan pernyataan ini benar, tentunya kita para Peblog lebih kesiangan lagi, boleh disebut “Pahlawan Kesorean” atau yang agak ekstrim “Pahlawan Kemalaman”.
Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam koran yang sama, mengatakan bahwa Republik Indonesia akan tetap menggunakan yang Indonesia Raya yang sekarang.
Mmmh….., bukan Indonesia namanya kalau tidak penuh “sensasi” dan bukan orang Indonesia namanya kita kalau tidak ikut berperan dalam “selebrasi” penemuan ini.
Lagu kebangsaan itu penting, namun ada yang lebih penting berbuat “sesuatu” untuk negeri ini dan bukan hanya sekadar “selebrasi” dan “sensasi”.
Blogers, bukanlah PAHLAWAN KESIANGAN.
[...] bukanlah PAHLAWAN KESIANGAN. 2 [...]
bagi-bagi info ke koran bangkit dong
Agustus 7, 2007 pada 3:14 pm
Bukan pahlawan kesiangan, tapi ngaku-ngaku pahlawan.