Koran Baran On Line

Baran dari Barat

Posted by: noriko on: September 10, 2007

riko.png
Ooops, tapaso senyum dunsanak dikurangi sedikit. Talampau bona golak kok ba’a loh geh? Saya tahu dunsanak sodang golak-golak ketek, karena sedang membaca Koran Baran kan?

Koran “kecil” hasil kreasi dari beberapa kaum muda anak nagari Payobasuang, yang dengan setia nya selalu ingin memberi kabar, selalu ingin mengabari, selalu ingin menceritakan dan selalu ingin berbagi rasa dengan dunsanak-dunsanaknya yang lain. Dunsanak nun jauh di mata dan termasuk dunsanak yang lagi mambaca baran saat ini. Koran “kecil” kita ini yang diisi dengan “gurau-an” khas Payobasuang, membuka wawasan, sedikit “nakal” tapi kalau orang Jakarta bilang menggemaskan.

Kok tibo di anak ketek taRagak mancubik pipi eh awak. Mempunyai sudut pandang yang luas terhadap satu persoalan dan netral berpikir untuk kepentingan orang banyak. Koran “kecil” yang selalu dengan setianya memberi kabar antar dunsanak baik yang di tanah perantauan maupun yang berada di kampung halaman.

Ajang untuk berbagi wawasan dan memberikan motivasi yang postif antar dunsanak walaupun masih sedikit meng”khususkan”tentang ke berkampungan kita. Banyak kritikan yang masuk tidak sedikit pula pujian dilayangkan untuk koran “kecil” kita ini. “Kalau mambaco Baran geh omueh golak-golak soRang ambo dek inyo”, komentar salah seorang dunsanak kita. “Yo rindu kami manunggu Baran geh”, pujian salah satu orang tua kita. Dan juga ada yang berinisiatif untuk menanyakan kira-kira berapa dana di butuhkan untuk sekali terbitan. “Sadiko ambo bisa nyumbang bow”, bagai air penyejuk di padang pasir, menumbuhkan akar-akar yang kuat buat para rumput untuk berdiri.

Seperti gula, koran “kecil” kita ini pasti ada “biang”nya, pasti ada seseorang yang berpikiran besar di belakang ini, seseorang yang cukup tahu dan mengenal lingkungan dan seluk beluk “kepayobasuangan” kita. Seseorang yang sangat fasih berbicara ala Payobasuang. Dan yang pasti seorang penulis yang bisa menguasai tulisannya.

Seorang bapak dari dua anak yang lucu-lucu Wiranagari dan Ibrahim Hasan. Dan seorang suami dari Robyatun yang manis, Rishag “kang tutur” Andiko. Biasa di panggi oleh temen-temannya “Barat”. Mungkin karena tampangnya yang kayak orang barat kali yah? (Sumatra Barat maksudnya, he he he) Dia lah “motor” (pado adat eh) sehingga koran kecil ini bisa dunsanak baca, dialah yang mempertahankan supaya koran “kecil” kita ini tetap beredar dan bisa dinikmati, tentu juga dengan dukungan Tim yang sudah semakin kompak.

Tulisan dan tuturannyalah yang membuat dunsanak “golak2 ketek”, kadang bisa membuat kita terharu dan tidak sedikit pula membuka wawasan kita. Dia jugalah yang akhirnya membangkitkan bakat-bakat menulis kaum muda Payobasuang, sehingga banyak yang ingin menulis dan menyumbang kan tulisan nya di koran “kecil” kita ini. Bapak yang murah senyum inilah juga yang selalu menyediakan waktu nya untuk menulis dan menyampaikan berita-berita dari dunsanak untuk dunsanak. walau dulu pernah mengalami masa-masa surut dan sedikit tersendat untuk kelanjutan koran “kecil” kita ini.

“Itu kan dulu, kalau kini insyaalLah Baran geh nda ka putu-putu di baco dek dunsanak awak deh”, janji yang membuat kita tidak cemas lagi untuk tidak membaca koran “kecil” kita ini.Karena semangat dia akhirnya koran “kecil” kita ini mengalami kemajuan yang sangat bagus seiring dengan berkembangnya paguyuban IKP-Jaya di Jakarta, yang dulunya Baran ini cuman satu lembar sekarang mulai berkembang menjadi 8 (delapan) halaman. Tentu ini tidak terlepas dari peran dunsanak-dunsanak kita yang dengan suka rela nya menyisihkan sedikit penghasilan, untuk mendanai setiap akan terbitnya koran “kecil” yang sama-sama kita tunggu kehadirannya tiap bulan.

“Jangan tanya apa yang telah Koran Baran berikan tapi tanya apa yang telah kita berikan untuk kemajuan Koran Baran ini”, kata-kata mutiara yang sering di ucap kan oleh “uda” kita ini (mengutip dari bekas Presiden Amerika Jhon F Kennedy) kalau sudah bercanda tentang pendanaan koran baran ini. Sebuah pemberian besar untuk nagari kita Payobasuang sudah di berikan oleh uda “Barat” ini, sebuah jembatan untuk kita tetap meretas tali persaudaraan sudah di sediakan oleh dunsanak kita ini.

Apakah kita cuma akan melihat seorang dunsanak kita memikul beban yang seharusnya kita pikul secara bersama ini? “Jan bataRimo kasieh ka sinyak, karena iko bukti cinto sinyak ka kampuang”, sebuah ucapan terimakasihpun sepertinya tidak diharapkan olehnya. Melainkan keterlibatan dunsanak-dunsanak ini terhadap kemajuan Koran Baran ini yang sangat dibutuhkannya.

Satu hal yang telah mempengaruhi saya dari uda ini adalah semangat menulis, keinginan untuk berbagi cerita dan keinginan untuk menceritakan apa yang saya lihat, apa yang saya dengar dan apa yang telah saya jalani untuk di bagikan ke dunsanak-dunsanak yang selalu setia menunggu kedatangan Koran Baran ini ke tangan dunsanak.

Ha, bagaimana dengan yang lain? – [riko]

9 Tanggapan ke "Baran dari Barat"

Rangkaian kata mengalun membuat kalimat-kalimat menjadi berirama tanpa dendang nasehat yang menggurui.tak terasa menyelusup dengan merdu dengan alun yang menggiring dan menebar pengaruh..MACAAAN..

Mengenai kang tutur…
Hmmm…

Barat…
Motor…
Otak…
Think tank…
Tajam…
Halu…

Jang bakaik juo lei…ndak…biar semakin cepat mendekati kesempurnaan.

Salut sama BARAT
B = Berita
A = Ada
R = Rakyat
A = Akan
T = Tersenyum,TErsipu,terharu,terbelalak dan banyak lagi
ter-ter yg lainnya
yo stetes air di padang gersang BaRaT ge….. Ba’a nyie RA :-) )

Raso melayang-layang sinyak kini deh……
Olah lei, Ko Sakali geh lah mueh…

Ampun awak,
Pocik kokoh- kokoh mueh ndi..

cara penyampaian yang sangat gampang di mengerti .. tidak berlebih-lebihan..sederhana tapi bermakna.. salut to penulis..
“barat” tadinya aku ga kenal siapa itu barat, apa itu barat..ternyata itu adalah nama keren dari uda awak “dandi” biasanya aku menyapanya…teruskan semangat menulismu dandi… katanya dandi tidak perlu ucapan terima kasih…artinya aku hanya bisa memberi support akan tulisan dan cintamu terhadap kampueng payobasueng.. salut to dandi

Ampun awak,
Pocik kokoh- kokoh mueh ndi..

lucu aja ngebayangin bang den ngomong kalimat di atas…
keren juga baso pibasueng e bang den..
hhahahhahahhaha

nyerah..ngga ngerti bahasanya! :D

sebagai seorang yang kuliah barat itu sangat penting lho ……. cubo la coliek sakali2 kabahaso barat pasti lomak .. .

Smangattt…payobasuang pasti bisaaa…

Tinggalkan Balasan

Olah diColiek

  • 3,897 klik

Berkibarlah!

indonesia_flag.gif

Nan Sodang Nyigok

web counter

Beasiswa, Mau?

Klik Sekarang saja!

beasiswa1.png

Nan Nyigok dari Negara?