Posted by: SëRAK on: Desember 31, 2007
Pagi ini menjelang akhir tahun 2007 jalan agak sepi, karena ada Cuti Bersama. Namun banyak pedagang terompet berjualan. Mereka segaja datang untuk melengkapi kemeriahan Tahun warga Ibu Kota dengan Terompet. Harganya beragam, dari Rp. 1500.- hingga 15.000.- Ada yang berjualan dengan sepeda namun banyak yang berjalan kaki. Mengais rejeki dengan menjual terompet. Sebuah perjuangan untuk bertahan hidup.
Namun beda dengan Pluit milik pak Polisi. Dengan pluitnya, banyak sepeda motor, mobil dan bahkan bus kota berhenti melaju. Tanya sana tanya sini, cari-cari kesalahan. Namun dengan Rp. 10.000.- boleh jalan lagi. Bukankah “pluit” itu untuk menegakkan peraturan di jalan raya? Kok, demi selembar Cebanan sih, Pak?
Tet… teeet…….. eh… priiiiiiitttttttttttt……..! Selamat tahun baru pak? Ceban dulu, lah!
Powered by ScribeFire.
Selamat Tahun Baru
Desember 31, 2007 pada 9:52 am
Cepek dulu? Masih kayak pak ogah?