Posted by: SëRAK on: Agustus 19, 2007
Jakarta – Pria berinisial X anggota FPAN DPRD Limapuluh Kota dan perempuan berinisial W anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Payakumbuh ‘berkoalisi’ di sebuah kamar hotel di kawasan Kota Wisata Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Sebelum berbuat mesum, kedua anggota dewan ini pesta shabu-shabu. Baca entri selengkapnya »
Posted by: SëRAK on: Agustus 19, 2007
Jakarta – Dua anggota DPRD ini seharusnya menjadi teladan masyarakat. Namun, dua anggota dewan berlainan jenis yang bukan suami-istri ini malah tertangkap basah berbuat mesum di sebuah kamar hotel di kawasan Kota Wisata Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Baca entri selengkapnya »
Posted by: SëRAK on: Agustus 15, 2007
Dua Penyair Muda dari Payakumbuh
Oleh L.K. ARA
Kabupaten Limapuluh Kota dengan ibukota Payakumbuh, setidaknya telah melahirkan dua penyair yang kini sedang giat menelorkan karya berupa puisi. Mereka masing-masing adalah Adri Sandra (38) dan Gus tf (39). Melihat usia kedua penyair ini tergolong sedang mengalami masa produktif. Ini dibuktikan oleh misalnya karya-karya Gus tf berupa puisi dan cerpen bertebaran di hampir seluruh mas media Ibukota. Baca entri selengkapnya »
Posted by: SëRAK on: Agustus 13, 2007
Capt. Josrizal Zain, walikota Payakumbuh yang kembali menyalonkan diri pada Pilkada kali ini, meraup hingga 70% suara di Nagarinya sendiri Payobasuang. Menurut laporan, wartawan Koran Baran Online di Payobasung – Apris Agoes, rakyat kenagarian Payobasuang sudah dapat berbangga hati karena di Kampuang sendiri khususnya dan Kecamatan Payakumbuh Timur umumnya Capt. Jos mengantongi suara terbanyak. Baca entri selengkapnya »
Posted by: SëRAK on: Agustus 8, 2007
Pemilihan sedang berlangsung! Jadi belum dihitung……! Sabar ya!
Mau lihat hasil survey online disini!
Tambahan 1
Quick Count Lingkaran Survei Indonesia mensinyalir keunggulan sementara untuk pasangan Fauzi – Prijanto meninggalkan perolehan Adang-Dani. Laporan LSI yang dirilis oleh detik.com 59,2% vs 40,7% pada pukul 15:18 sore ini.
Tambahan 2
Detik.com melaporkan Fauzi-Priyanto memperoleh 57,8% hampir 1.431.000 (pembulatan) dan Adang-Dani 42,1% mencapai 1.967.000 (pembulatan) dengan jumlah suara terhitung 3.394.000
GolPut diperkirakan mencapai 25-30%. – 13:00 WIB
Posted by: SëRAK on: Agustus 7, 2007
Selama Agustus ini Peblog Indonesia, heboh dan geger oleh lagu kebangsaan Indonesia Raya versi tahun 1944, yang konon ditemukan oleh pakar Telematika, KRMT Roy Suryo dari sebuah situs di Negeri Belanda.
Namun, ahli sejarah Des Alwi, yang memiliki negatif film-nya mengatakan Roy Suryo sebagai “Pahlawan Kesiangan” [korantempo 07/08/07]. Dan kalau informasi dan pernyataan ini benar, tentunya kita para Peblog lebih kesiangan lagi, boleh disebut “Pahlawan Kesorean” atau yang agak ekstrim “Pahlawan Kemalaman”.
Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam koran yang sama, mengatakan bahwa Republik Indonesia akan tetap menggunakan yang Indonesia Raya yang sekarang.
Mmmh….., bukan Indonesia namanya kalau tidak penuh “sensasi” dan bukan orang Indonesia namanya kita kalau tidak ikut berperan dalam “selebrasi” penemuan ini.
Lagu kebangsaan itu penting, namun ada yang lebih penting berbuat “sesuatu” untuk negeri ini dan bukan hanya sekadar “selebrasi” dan “sensasi”.
Blogers, bukanlah PAHLAWAN KESIANGAN.
Posted by: SëRAK on: Juli 31, 2007
Kampanye yang berlangsung di DKI Jaya, belum satu pun menyentuh harapan rakyat. Dari sekian banyak slogan kampanye rasanya tak ada yang bermutu, apalagi bisa menarik calon pemilih. Kecuali suara mereka dibeli. Dan berkampanye memang dimobilisasi. Andai kata rakyat disuruh datang ke tempat kampanye mendengar ocehan gak bermutu dari para calon, tanpa “ongkos jalan”, ntar dulu. “Banyak hal lain yang mesti gue urusin”, kata seorang Tukang Ojek.
“Nah, kalo begini kan enak, bensin jadi irit, tujuan jelas (lapangan kampanye), kagak mesti rebutan penumpang, bisa ngajak anak jalan-jalan, dan dapet duit biar dapur ngebul, perkara ntar gue mo milih siape, mo nyoblos no berape sterah gue”, jelasnya lagi. “Nyang penting udah ngantongin nih, Gocap!” tambahnya dengan muka berseri.
“Jadi kira-kira siapa nih bang calon Gubernur paporitnye?”, desak saya pula.
“Lah, pan udah gue bilang tadi, yang berani kasih duit paling gede, tapi pilihan tetap sterah gue. Bisa-bisa kagak milih gue!”, katanya rada sewot ditanyain melulu.
“Lah, kalo gitu golput donk?”
“APKNTAJ deh – Steraaah elu dah! Emang gue pikirin!”
Posted by: noriko on: Juli 23, 2007
Surat untuk Payobasuang!
Kokok ayam mengiringi pagi. Rerumputan masih basah karena embun dari semalam. Matahari masih terlihat malas keluar dari peraduannya. Gerimis pagi membasahi jalan, “ande-ande” mulai menyiapkan sarapan buat keluarga. Pagi yang indah di naungi pelangi. Terlihat rombongan berlari-lari kecil menuju mesjid, siap untuk bersujud ke hadapan illahi. Sebagian ada yang mulai membuka “lopou”nya, untuk menanti sang pelanggan yang akan sarapan dangan “kotan jo goreng pisang“. Sebuah tradisi atau kebiasaan sosialisasi turun temurun dengan “maota” menunggu sang mentari menampakkan keceriaannya.
Saat bekerja pun tiba. “Sabik jo pangkuOh” siap dijadikan senjata untuk mengolah tanah yang subur. Siap mengolah sawah yang walaupun sekarang mulai dikuasai oleh segelintir orang. Indahnya alam merangsang semangat untuk bekerja. Diapit dua sungai sebelah kanan “batang agam” sebelah kiri “batang sukali”. Dikelilingi oleh bukit yang setia menjadi benteng untuk kampung. Ado bukik Godang, bukik Angek sampei ka bukik Sambek.
Hmmm… PAYOBASUANG?!! Entah kenapa hari ini saya teringat akan “engkau”, saya ingat kenangan-kenangan manis waktu masih bersama mu. Waktu mandi di batang Agam atau batang Suakali. Waktu maen bola di lapangan Sakubang, di lapangan Pangumbuek atau di lapangan Koto Baru.
Pergi kesekolah dengan jalan kaki atau bersepeda adalah salah satu hal yang tidak mungkin aku lupakan. dan malam-malam yang sering aku lewati dengan seni “randai, saluang atau rabab”
Oh…iya, sandiwara…! Sandiwara malam menampilkan “artis-artis”dari Payobasuang sendiri. (ha ha ha…. INDAH!!!) Ajang untuk masa muda “mancaRi cangkirieng”
Ingin juga rasanya berjalan lagi di menyusuri jalan-jalan kampuang, ingin rasanya “tojun padek” lagi di batang Agam atau batang Sukali, atau naik ke punggung kerbau.
Apa karena engkau “ibu” dari anak-anak Payobasuang itu sendiri, yang membuat kami rindu terhadapmu, kau telah memberikan dirimu untuk tempat berpijak dan bermain kaki-kaki kecil kami, engkau telah memberi kami makan dengan tanah mu yang subur, dengan sabar engkau menunggui kami yang harus keluar dari pangkuanmu untuk mencari kehidupan yang di bilang “layak”.
Banyak sudah “engkau” menciptakan anak-anak yang berhasil, baik itu materi, pemikiran atau jabatan. kau selalu tersenyum setiap kami tanya “marah ngga… kalau kami melupakanmu?”, dengan sabar engkau selalu berkata akan menunggu kami, kalau kami pulang untuk melihat mu, untuk merasakan udara mu yang jauh dari polusi dan merasakan dinginnya malammu.
Terima kasih “Payobasuang” yang telah setia menjadi “ibu” dari kami anak-anak Payobasuang… Tahun ini saya berjanji untuk pulang ke pelukanmu, saya ingin merasakan kembali nostalgia lama yang mulai terlupakan karena kesibukan yang selalu membuat saya tidak merasa puas, saya akan coba untuk mengajak anak-anakmu yang lain..
OH iya bertepatan dengan lebaran tahun ini… beberapa orang anak-anakmu mencoba untuk mengajak saudara-saudaranya untuk “PULANG KAMPUANG BASAMO”, akan berusaha membuat mu “tersenyum” dengan rangkain acara-acara yang sudah direncanakan sedemikian rupa. Dan satu lagi janji mereka “AKAN MEMBANGKITKAN NOSTALGIA INDAH” dan “KENANGAN-KENANGAN MANIS “masa muda dan masa kecil kami waktu di pangkuanmu “ibu” kami PAYOBASUANG tercinta. HMMM… kesempatan ini harus aku ambil, aku harus pulang lebaran tahun ini !!! Itu janjiku.
Penulis: Riko – Tinggal di Pondok Labu Jaksel
Posted by: SëRAK on: Juli 20, 2007
Mayor of Payakumbuh Visits Norway to Discuss Inclusion
Norway [9th May 2006] : The mayor of Payakumbuh, Mr. Josrizal Zain has visited Norway to discuss Inclusion and seek receive information about the latest developments. During his visit he visited the Mayor of Tønsberg, the Indonesian Embassy, the University of Oslo, the Huseby National Competence Centre for Persons with Visual Impairment and the Community Intervention Unit a Vikersund.
Posted by: SëRAK on: Juli 20, 2007
Payobasuang: Warga Kelurahan Kotobaru Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, menyampaikan rasa salut mereka dengan usaha Pemko bersama DPRD dalam meringakan beban ekonomi masyarakat Payakumbuh. Di antaranya dengan membebaskan biaya pengobatan, biaya pengurusan KTP, akte kelahiran, kartu keluarga serta mengucurkan dana bergulir yang sudah mencapai Rp 13 miliar lebih. Dampak dari kepedulian pemko dalam meringankan beban masyarakat itu, terbukti dengan meningkatnya mutu pendidikan di kota ini. Berdasarkan informasi yang mereka terima dari berbagai media massa, ternyata tingkat kelulusan mulai dari SD sampai SLTA di Payakumbuh, mendapat peringkat pertama di Sumbar. Karena itu, masyarakat Kotobaru Payobasung, berharap, agar Josrizal Zain bersedia kembali mencalonkan diri dalam Pilkada 2007 (13 Agustus) mendatang. “Kami masyarakat Kotobaru Payobasung berharap agar Pak Josrizal Zain bersedia kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2007. Jika Pak Jos bersedia, kami akan menetapkan pilihan buat bapak,” tegas Mismardi saat membacakan aspirasi anak Nagari Kotobaru Payobasung, didampingi seluruh pimpinan elemen warga pada acara pelantikan Badan Musyawarah Adat Kelurahan (BMAK) yang berada di bawah Seksi Adat LPM kelurahan setempat.Josrizal dalam menanggapi aspirasi anak nagari Kotobaru Payobasung itu, tak henti-hentinya menyampaikan rasa syukurnya kehadirat Allah SWT. Menurut dia, sukses yang ia capai dalam menjalankan amanah rakyat ini, tak lepas dari peran aktif seluruh lapisan masyarakat serta kesungguhan seluruh aparat pemerintah dalam menjalankan tugasnya. “Saya tak akan mampu berbuat banyak, jika seluruh masyarakat dan semua penyelenggara pemerintahan tidak memberi dukungannya yang maksimal. Segala prestasi Payakumbuh selama ini, bukanlah milik pribadi walikota, melainkan milik seluruh masyarakat,” tutur Josrizal dengan perasaan haru. Pengurus BMAK periode 2006-2009 dilantik Josrizal di halaman Balai Adat setempat, Rabu (28/6). Disusul pelantikan pengurus Bundo Kanduang oleh Ketua BMAK, Y Datuk Patiah Nan Mudo. [Sumber: Pos Metro On Line]
Celoteh Wargaku